banner 728x250
Berita  

Ditempa di P2TIM, Asriyanto Nabi Kini Meniti Karier di LNG Tangguh

banner 120x600
banner 468x60

BINTUNI-INSPIRATOR PAPUA- Pelatihan di P2TIM menjadi bekal penting bagi Asriyanto Nabi dalam memasuki dunia kerja. Lulusan S1 Pendidikan itu kini meniti karier sebagai general helper scaffolding di PT Petrosea UCC Tangguh, proyek LNG Tangguh.

Asriyanto, anak ketiga dari enam bersaudara asal suku Kamundan, mengikuti pelatihan P2TIM sejak April 2023. Setelah menjalani training selama sekitar tiga setengah bulan, ia mulai mencari pekerjaan dengan bekal keterampilan dan pembinaan yang diperolehnya.

banner 325x300

Menurut Asriyanto, P2TIM tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi, keselamatan kerja, serta sikap dalam berinteraksi dengan orang lain.

“Saya merasa aman dan nyaman selama sekolah di P2TIM. Di sana saya diajarkan disiplin, berkomunikasi dengan baik, dan bekerja dengan aman, mulai dari hal-hal kecil dalam keseharian,” kata Asriyanto.

Salah satu pembelajaran yang paling dirasakan manfaatnya adalah communication skill. Kemampuan tersebut, menurut dia, membantunya lebih percaya diri berkomunikasi ketika memasuki lingkungan kerja.

“Karena kita dari kampung, kadang cara bicara kita tumpang tindih sehingga orang tidak mengerti. Di P2TIM saya belajar berkomunikasi dengan baik dan lebih percaya diri dengan orang lain,” ujarnya.

Setelah menyelesaikan pelatihan, Asriyanto bertekad tidak menyerah pada keadaan dan terus mencari peluang kerja. Lebih dari satu tahun terakhir, ia telah bekerja di PT Petrosea UCC Tangguh sebagai general helper scaffolding.

Bagi Asriyanto, keterampilan yang diperoleh di P2TIM menjadi salah satu modal untuk beradaptasi di dunia kerja. Ia juga menilai disiplin, komunikasi, kemauan belajar, dan sikap tidak mudah menyerah sama pentingnya dengan keterampilan teknis.

Ia berharap P2TIM terus berkembang dan semakin dikenal masyarakat Papua Barat, khususnya di Kabupaten Teluk Bintuni. Menurutnya, keberadaan P2TIM memberikan kesempatan bagi pemuda untuk mendapatkan keterampilan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.

“Ikut training tidak berarti semua langsung bekerja. Tetapi manfaatnya besar. Kita belajar disiplin dan bergaul dengan baik. Itu menjadi modal untuk diterima dan beradaptasi di mana pun,” kata Asriyanto.

Ia mengajak pemuda dan pemudi yang belum memiliki rencana jelas untuk memanfaatkan kesempatan mengikuti pelatihan.

Bagi Asriyanto, perjalanan dari ruang pelatihan menuju dunia kerja menunjukkan bahwa keterampilan perlu diikuti dengan usaha dan ketekunan. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada P2TIM, Petrotekno, serta para pimpinan dan staf yang telah membimbingnya selama pelatihan.

“Terima kasih untuk P2TIM yang telah membantu kami bisa berkarier dan membantu ekonomi keluarga,” ujarnya.(BEN)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *