banner 728x250
Berita  

RSUD Teluk Bintuni Tangani Genangan, Koordinasi dengan PUPR Revitalisasi Drainase

banner 120x600
banner 468x60

BINTUNI-INSPIRATOR PAPUA-  Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teluk Bintuni, Papua Barat, melakukan sejumlah langkah untuk menangani genangan air yang berada di sekitar lingkungan rumah sakit.

Direktur RSUD Teluk Bintuni dr. Novita Panggau, Sp.PD, M.MRS, FINASIM, mengatakan pihaknya telah melakukan pembersihan saluran dengan mengeruk endapan lumpur dan sampah yang menumpuk selama bertahun-tahun.

banner 325x300

“Pihak RSUD telah melakukan upaya pembersihan dengan cara mengeruk endapan sampah dan lumpur yang telah tertimbun bertahun-tahun, jauh sebelum saya menjabat sebagai direktur RSUD,” ujar Novita saat ditemui wartawan di aula RSUD Teluk Bintuni, Jumat (4/9/2026).

Menurut dia, penanganan genangan tidak cukup hanya dengan membersihkan saluran. RSUD juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk melakukan evaluasi dan pembenahan sistem drainase di lingkungan rumah sakit.


“Kami juga telah melakukan koordinasi dan evaluasi lingkungan dengan pihak terkait, yaitu Dinas PUPR, untuk secepatnya membuat atau merevitalisasi drainase yang ada sepanjang ruang lingkup RSUD sehingga tidak lagi menimbulkan genangan air seperti saat ini,” katanya.

Sebelumnya, kondisi genangan di saluran terbuka di depan kawasan RSUD Teluk Bintuni mendapat perhatian masyarakat. Air terlihat berwarna gelap, tidak mengalir dengan baik, serta terdapat sampah yang mengapung dan menumpuk di sepanjang saluran.

Kondisi tersebut dinilai perlu segera ditangani karena berada di kawasan fasilitas pelayanan kesehatan yang setiap hari digunakan pasien, keluarga pasien, tenaga medis, dan masyarakat.
Novita juga memastikan genangan yang menjadi sorotan masyarakat perlu dibedakan dengan sistem pengelolaan limbah medis rumah sakit.

Ia menjelaskan, limbah cair medis dari RSUD tidak langsung dibuang ke badan sungai. Limbah terlebih dahulu diproses melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

“Air limbah medis yang akan dibuang terlebih dahulu akan masuk ke sistem pembuangan yang disebut IPAL,” jelasnya.


Dalam proses tersebut, kata Novita, terdapat kolam indikator yang di dalamnya ditempatkan ikan untuk membantu memastikan kualitas air hasil pengolahan sebelum dibuang.
Selain itu, air limbah juga telah melalui pemeriksaan laboratorium untuk memastikan tidak mengandung bahan kimia berbahaya.

“Memastikan kalau air limbahnya benar-benar aman dan tidak terdapat limbah kimia yang berbahaya dan sudah melalui proses lab yang menyatakan bersih dan layak untuk dibuang ke badan sungai,” ujarnya.

Novita berharap koordinasi dengan Dinas PUPR segera mendapat tindak lanjut sehingga persoalan drainase di kawasan RSUD dapat ditangani secara menyeluruh.

Menurut dia, pembenahan drainase menjadi bagian penting untuk menjaga lingkungan rumah sakit tetap bersih dan sehat serta mencegah genangan kembali terjadi.

“Kami mengharapkan untuk secepatnya dijawab oleh Dinas PUPR terkait penanganan bersama mengenai kondisi genangan tersebut,” kata Novita.

Penanganan genangan secara dini dinilai penting untuk mencegah persoalan kebersihan lingkungan berkembang menjadi gangguan kesehatan, terutama karena lokasi tersebut berada di area pelayanan kesehatan.(BEN)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *