TELUK BINTUNI-INSPIRATOR PAPUA- Kabut asap yang menyelimuti wilayah Kabupaten Teluk Bintuni mulai mengganggu aktivitas pendidikan. Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Teluk Bintuni mengambil langkah antisipasi dengan mengalihkan pembelajaran TK/PAUD dan SD ke sistem daring.
Kepala Disdikbudpora Teluk Bintuni, Dr. Henry Donald Kapuangan, S.IP., S.Pd., MM, saat ditemui wartawan Inspirator Papua, Selasa (29/9/2026), saat menghadiri rapat sidang paripurna kantor di DPRD Kabupaten Teluk Bintuni mengatakan kebijakan tersebut dituangkan dalam surat edaran terkait pelaksanaan pembelajaran dalam kondisi kabut asap.
Berdasarkan surat tersebut, pembelajaran daring untuk TK/PAUD dan SD diberlakukan mulai 30 September hingga 6 Oktober 2026.
Kebijakan ini diambil sebagai langkah perlindungan terhadap peserta didik dan tenaga pendidik dari potensi gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.
“Untuk TK/PAUD dan SD kita arahkan belajar dari rumah secara daring. Ini bagian dari langkah pencegahan karena kondisi kabut asap yang dapat berdampak terhadap kesehatan peserta didik,” ujar Henry.
Sementara itu, pembelajaran jenjang SMP dan SMA/SMK masih berlangsung seperti biasa. Namun, sekolah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara dan membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kabut asap semakin pekat.
Henry mengatakan kebijakan tersebut tidak menutup kemungkinan diperluas ke jenjang SMP hingga SMA/SMK apabila kondisi kabut asap terus memburuk.
“Kalau kondisi semakin parah, tidak menutup kemungkinan SMP dan SMA/SMK juga akan diarahkan untuk belajar dari rumah,” tegasnya.
Menurutnya, keputusan tersebut akan menyesuaikan perkembangan kondisi kabut asap dan dampaknya terhadap kesehatan warga sekolah.
Disdikbudpora juga meminta seluruh satuan pendidikan terus memantau kondisi kesehatan peserta didik serta berkoordinasi dengan orang tua atau wali murid.
Kabut asap kini bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi mulai berdampak langsung terhadap aktivitas pendidikan di Teluk Bintuni. Jika kondisi udara terus memburuk, bukan tidak mungkin seluruh jenjang pendidikan harus menyesuaikan pola pembelajaran dari rumah.(BEN)








