banner 728x250
Berita  

Menjelang HUT Ke-23, Wakil Bupati Teluk Bintuni Ziarah ke Makam Tokoh Pemekaran

banner 120x600
banner 468x60

BINTUNI-INSPIRATOR PAPUA- Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Teluk Bintuni, Wakil Bupati Teluk Bintuni, Joko Lingara, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, serta keluarga para tokoh pejuang pemekaran, melakukan ziarah ke makam para pelopor pemekaran dan pembangunan daerah, Senin (8/6/2026).

Kegiatan ziarah dilaksanakan di sejumlah lokasi pemakaman yang menjadi tempat peristirahatan terakhir para tokoh pemekaran, yakni di kawasan Pemakaman Kampung Lama, Kali Kodok, dan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kilometer 3 Bintuni. Dalam prosesi tersebut, Wakil Bupati bersama unsur Forkopimda melakukan tabur bunga dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada para tokoh yang telah berjasa dalam perjalanan sejarah Kabupaten Teluk Bintuni.

banner 325x300

Sejumlah keluarga besar tokoh pemekaran turut hadir mengikuti rangkaian kegiatan tersebut, di antaranya keluarga almarhum A.E. Nauri, almarhum Simon Manibuy, dan almarhum G. Ferabun. Ketiga tokoh itu dikenal sebagai bagian dari generasi pejuang yang berperan penting dalam memperjuangkan lahirnya Kabupaten Teluk Bintuni sebagai daerah otonom.

Menurut Joko Lingara, ziarah bukan sekadar agenda seremonial menjelang peringatan hari jadi daerah, tetapi juga momentum untuk mengenang jasa dan pengorbanan para pendahulu yang telah meletakkan fondasi pembangunan Teluk Bintuni.

“Melalui ziarah ini, kita tidak hanya mengenang para pejuang yang telah mendahului kita, tetapi juga meneladani semangat pengabdian dan kecintaan mereka terhadap daerah. Berkat dedikasi dan karya nyata mereka, Kabupaten Teluk Bintuni dapat berkembang hingga seperti sekarang,” ujar Joko.

Ia mengatakan, berbagai capaian pembangunan yang dirasakan masyarakat saat ini merupakan hasil dari perjuangan panjang para tokoh pemekaran yang memiliki visi besar bagi masa depan daerah. Karena itu, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan cita-cita pembangunan yang telah dirintis oleh para pendahulu.

Menurut Joko, memasuki usia ke-23 tahun, Kabupaten Teluk Bintuni dihadapkan pada berbagai tantangan pembangunan yang membutuhkan semangat persatuan dan kerja sama seluruh elemen masyarakat.

“Peringatan HUT ke-23 ini hendaknya menjadi momentum refleksi bagi kita semua untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu. Semangat kebersamaan dan gotong royong harus terus dijaga agar pembangunan daerah dapat berjalan lebih baik dan memberi manfaat bagi seluruh masyarakat,” katanya.

Suasana haru mewarnai pelaksanaan ziarah. Sejumlah anggota keluarga para tokoh pemekaran tampak mengikuti doa bersama dan penghormatan yang diberikan kepada para almarhum. Bagi mereka, kegiatan tersebut menjadi bentuk penghargaan atas jasa para pejuang yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, dan waktu demi terwujudnya Kabupaten Teluk Bintuni.

Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni berharap semangat perjuangan para tokoh pemekaran tetap menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam mengisi pembangunan daerah. Memasuki usia ke-23 tahun, Teluk Bintuni diharapkan terus bertumbuh sebagai daerah yang maju, inklusif, dan berkelanjutan, sejalan dengan cita-cita para pendirinya.(BEN)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *