BINTUNI-INSPIRATOR PAPUA- Polres Teluk Bintuni bersama tim pemadam kebakaran dan keamanan LNG Tangguh mengerahkan 75 personel untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kampung Tanah Merah Baru, Distrik Sumuri, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Selasa (25/8/2026).
Operasi gabungan tersebut dipimpin Polres Teluk Bintuni sebagai tindak lanjut perintah Kapolres Teluk Bintuni AKBP Marully Rachmat Azwar terkait penanganan karhutla di wilayah hukum Polres Teluk Bintuni.
Dari 75 personel yang dikerahkan, sebanyak 20 orang merupakan personel Polres Teluk Bintuni. Sementara 55 personel lainnya berasal dari LNG Tangguh, terdiri dari tim pemadam kebakaran dan keamanan.
Kapolres Teluk Bintuni AKBP Marully Rachmat Azwar mengatakan, penanganan dilakukan tidak hanya untuk memadamkan api, tetapi juga memastikan tidak ada titik panas yang kembali memicu kebakaran.
Polres Teluk Bintuni bersama LNG Tangguh terus melakukan langkah terpadu untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali muncul. Penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama semua pihak, termasuk masyarakat,” ujar Marully.
Operasi dimulai sejak pukul 08.00 WIT. Personel terlebih dahulu melaksanakan apel dan konsolidasi di Pos Log Pond sebelum dibagi ke sejumlah titik yang membutuhkan penanganan.
Sekitar pukul 09.30 WIT, tim bergerak menuju lokasi kebakaran di STA-3500, tepatnya di luar pagar area Site LNG Tangguh.
Setibanya di lokasi, personel langsung melakukan pemadaman dan pendinginan. Petugas menemukan dua titik api kecil yang muncul dari balik pepohonan kering.
Kedua titik api tersebut berhasil dipadamkan. Namun, petugas masih menemukan batang kayu kering dan akar pohon di dalam tanah yang berpotensi menyimpan panas.
Kondisi itu membuat proses pendinginan dilakukan secara menyeluruh untuk mencegah api kembali muncul.
Dalam operasi tersebut, tim gabungan menggunakan lima unit Fire Truck, lima unit Water Truck, serta 20 peralatan manual berupa cangkul dan sekop.
Selain di Kampung Tanah Merah Baru, personel juga menemukan sejumlah kumpulan asap di sekitar Kampung Saenga.
Polres Teluk Bintuni bersama LNG Tangguh kemudian memperkuat pemantauan untuk memastikan asap tersebut tidak berkembang menjadi titik api baru.
Pemantauan dilakukan melalui patroli darat dan udara menggunakan drone. Petugas juga melakukan penyemprotan dan pendinginan pada area yang dinilai berpotensi menyimpan panas.
Apabila ditemukan kepulan asap atau peningkatan suhu pada titik tertentu, personel akan segera bergerak untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan.
Operasi pemadaman dan pendinginan berlangsung hingga pukul 17.30 WIT. Setelah kegiatan utama selesai, personel tetap disiagakan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Kapolres Teluk Bintuni menegaskan, kerja sama antara kepolisian dan LNG Tangguh akan terus dilakukan dalam upaya pencegahan, pemadaman, pendinginan, dan pemantauan karhutla.
Menurut Marully, penanganan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan aparat dan perusahaan. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya kebakaran.
“Upaya penanganan Karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat maupun perusahaan, tetapi membutuhkan kepedulian dan peran aktif seluruh masyarakat. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran, khususnya selama musim kemarau,” katanya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Teluk Bintuni Iptu Ludfi Hakim Iha mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.
Warga diminta tidak melakukan pembakaran sampah di dekat lahan kering, semak belukar, maupun rumput ilalang. Masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok yang masih menyala sembarangan.
Polres Teluk Bintuni secara khusus mengingatkan warga agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar.
“Melihat kejadian pembakaran lahan yang masih berulang di tengah masyarakat, kami kembali mengimbau agar seluruh masyarakat menghentikan kegiatan pembakaran lahan,” ujar Ludfi.
Menurut dia, pembakaran yang awalnya dianggap kecil dapat berkembang menjadi kebakaran yang sulit dikendalikan dan berdampak terhadap lingkungan serta masyarakat.
“Jangan sampai aktivitas pembakaran yang awalnya dianggap kecil justru berkembang menjadi kebakaran yang meluas dan berdampak terhadap lingkungan maupun masyarakat,” tegasnya.
Polres Teluk Bintuni juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap yang berpotensi menimbulkan karhutla.
Sinergi Polres Teluk Bintuni, LNG Tangguh, dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat deteksi serta penanganan kebakaran sehingga api tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.(BEN)


















