BINTUNI-INSPIRATOR PAPUA- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Teluk Bintuni menampilkan inovasi berupa upaya meminimalkan penyebaran berita bohong atau hoaks dalam Pameran Inovasi Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, Kamis (13/8/2026).
Pameran yang digelar di Gedung Serba Guna Bintuni itu merupakan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan diikuti 42 stan.
Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy bersama Wakil Bupati Joko Lingara membuka kegiatan tersebut. Keduanya kemudian mengunjungi sejumlah stan, termasuk stan PWI Teluk Bintuni.
Ketua PWI Teluk Bintuni Adrian Kairupan mengatakan, pihaknya berkomitmen ikut mencegah penyebaran informasi palsu di media sosial sekaligus mendukung pemerintahan melalui pemberitaan yang akurat.
“PWI Teluk Bintuni berupaya meminimalkan hoaks yang menyebar di media sosial dan ikut mengawal pemerintahan Serasi,” ujar Adrian.
Adrian menyebut sekitar 21 media online saat ini beroperasi di Kabupaten Teluk Bintuni. Menurut dia, bertambahnya jumlah media harus diikuti dengan peningkatan profesionalitas dan kualitas jurnalistik.
Ia menekankan pentingnya verifikasi, konfirmasi, dan keberimbangan sebelum informasi dipublikasikan.
Sementara itu, Wakil Bupati Joko Lingara saat kunjungannya di stand PWI, meminta wartawan tetap solid dan profesional dalam menjalankan tugas.
“Wartawan di Bintuni harus tetap solid dan selalu memberitakan berita yang benar,” kata Joko.
Tak berselang lama Ketua Tim tim PKK Teluk Bintuni,juga ikut mampir ke stan PWI, Ny. Verawati Manibuy,juga melihat daftar media yang beroperasi di Bintuni dan ingin mengenal lebih dekat dengan semua insan pers yang ada di kabupaten Teluk Bintuni dan berpesan agar PWI Teluk Bintuni harus selalu kompak dan harus menyajikan berita-berita yang aktual tidak terpengaruh dengan berita-berita hoaks yang saat banyak berkembang liar untuk menjatuhkan pemerintah kabupaten Teluk Bintuni saat ini”ujarnya”
Disisi lain PWI Teluk Bintuni menilai, di tengah derasnya arus informasi digital, pers memiliki peran penting dalam memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pameran tersebut menunjukkan bahwa inovasi tidak hanya berkaitan dengan teknologi dan pelayanan publik, tetapi juga dapat diwujudkan melalui upaya menjaga kualitas informasi di tengah masyarakat.(BEN)
