banner 728x250
Berita  

Saat Groundbreaking di Babo, Bupati Yohanis Manibuy Tegaskan BP Tangguh Harus Tutup Mess Karyawan

banner 120x600
banner 468x60

BINTUNI-INSPIRATOR PAPUA- Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy, S.E., M.H., menegaskan agar BP Tangguh menutup mess karyawan yang berada di Babo. Pernyataan itu disampaikan Yohanis saat menghadiri acara groundbreaking di Babo, Rabu (5/8/2026)

 

banner 325x300

Di hadapan para undangan Forkopimda dan masyarakat, Yohanis menekankan bahwa keberadaan investasi dan aktivitas industri di Babo harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat setempat.

 

Menurut Yohanis, masyarakat Babo tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah besarnya aktivitas perusahaan yang berlangsung di wilayah mereka.

 

Karena itu, ia meminta agar karyawan BP Tangguh tidak lagi sepenuhnya tinggal di dalam fasilitas mess perusahaan.

 

“Mess karyawan harus ditutup,” tegas Yohanis dalam acara tersebut.

 

Pernyataan itu disampaikan sebagai bentuk dorongan pemerintah daerah agar perputaran ekonomi tidak hanya berlangsung di lingkungan perusahaan, tetapi juga masuk ke tengah masyarakat.

 

Dengan karyawan tinggal di lingkungan masyarakat, peluang usaha bagi warga dinilai akan semakin terbuka. Mulai dari usaha rumah makan, jasa transportasi, tempat tinggal, hingga berbagai kebutuhan harian karyawan dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat lokal.

 

Yohanis menegaskan, pemerintah daerah tidak menolak keberadaan investasi. Namun, investasi harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

 

Ia meminta perusahaan untuk tidak hanya melihat Babo sebagai lokasi operasional, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan masyarakat yang perlu mendapatkan manfaat dari aktivitas ekonomi perusahaan.

 

“Jangan sampai perusahaan ada di Babo, tetapi masyarakatnya tidak mengalami peningkatan,” tegasnya.

 

Menurutnya, peningkatan ekonomi masyarakat menjadi salah satu ukuran penting keberhasilan pembangunan di Teluk Bintuni.

 

Karena itu, Pemkab Teluk Bintuni akan terus mendorong agar masyarakat lokal memperoleh ruang yang lebih besar dalam rantai ekonomi perusahaan.

Penutupan mess karyawan diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat Babo.

 

Yohanis menegaskan Jika karyawan tinggal di tengah masyarakat, kebutuhan mereka secara otomatis akan menciptakan permintaan terhadap berbagai sektor usaha lokal.

 

Kondisi tersebut diharapkan dapat membuka lapangan usaha baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

pembangunan tidak boleh hanya menghasilkan infrastruktur dan pertumbuhan investasi, tetapi harus diikuti dengan peningkatan kesejahteraan warga.”ungkapnya”.(BEN)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *