Berita  

Bangun Pelabuhan Babo Dan Jaringan Jetty Di Empat Distrik Membuka Konektifitas Pertumbuhan Ekonomi Di Kawasan Pesisir

BINTUNI-INSPIRATOR PAPUA-Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni resmi memulai pembangunan Pelabuhan Babo melalui kegiatan groundbreaking yang dirangkaikan dengan peluncuran pembangunan Jetty Aroba, Aranday, Yakora, dan Kamundan, di Distrik Babo, Rabu (5/8/2026).

Kepala Dinas Perhubungan Teluk Bintuni, Jandri Salakory, mengatakan pembangunan Pelabuhan Babo merupakan bagian dari implementasi RPJMD Teluk Bintuni 2025–2030, Renstra Dinas Perhubungan, serta DPA Tahun Anggaran 2026.

“Pembangunan Pelabuhan Babo dan jetty di beberapa distrik diharapkan meningkatkan akses transportasi laut, pelayanan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Jandri.

Pelabuhan Babo dibangun dengan skema multiyears senilai Rp78,7 miliar dan ditargetkan selesai dalam 600 hari kerja. Proyek dikerjakan PT Arafah Wiratama KSO dengan konsultan PT Masuka Pratama Join bersama PT Art Creative Arsitektural Desain.

Sementara itu, pembangunan Jetty Kamundan dialokasikan Rp3,8 miliar, Jetty Aroba Rp1,4 miliar, Jetty Aranday Rp1,05 miliar, dan Jetty Yakora Rp1,05 miliar. Seluruhnya ditargetkan rampung dalam 120 hari kerja.

Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy menegaskan pembangunan transportasi laut menjadi prioritas daerah untuk membuka keterisolasian wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Hari ini bukan sekadar peletakan batu pertama, tetapi menjadi simbol dimulainya pembangunan yang akan memperkuat konektivitas wilayah pesisir sekaligus menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah,” ujarnya.

Menurut Yohanis, keberadaan Pelabuhan Babo dan jaringan jetty di empat distrik diharapkan memperlancar distribusi barang, menekan biaya logistik, membuka peluang investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan pesisir.

Pada kesempatan yang sama, Pemkab Teluk Bintuni juga menyerahkan speed boat kepada Pangkalan TNI AL dan Polres Teluk Bintuni untuk mendukung pengamanan wilayah perairan, penanganan keadaan darurat, dan keselamatan transportasi laut.

Anggota Komisi XII DPR RI, drg. Alfons Manibuy, DESS, mengapresiasi dimulainya pembangunan Pelabuhan Babo. Menurutnya, pelabuhan tersebut memiliki posisi strategis sebagai penyangga kawasan industri migas, termasuk LNG Tangguh.

“Pemerintahan yang baik adalah pemerintahan yang berkelanjutan. Siapa pun pemimpinnya, pembangunan harus terus berjalan demi kesejahteraan masyarakat,” kata Alfons. Ia juga mendorong perusahaan migas memperluas kemitraan dengan masyarakat lokal agar manfaat investasi lebih dirasakan warga.(BEN)

Exit mobile version