JAKARTA-INSPIRATOR PAPUA- Nama Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy kembali mencuat di tingkat nasional. Di bawah kepemimpinannya, Kabupaten Teluk Bintuni masuk dalam jajaran Kabupaten Terbaik Regional Papua pada kategori Implementasi Program Pengembangan 3 Juta Rumah.
Capaian itu tidak hanya berujung pada penghargaan. Teluk Bintuni mendapat alokasi 200 unit bedah rumah dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI.
Penghargaan tersebut diterima dalam agenda Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Papua yang digelar Kementerian Dalam Negeri RI, Senin (28/9/2026) malam, di Rumah Kaca Kerajaan, Park Hyatt Jakarta.
Yohanis Manibuy hadir langsung dalam agenda nasional tersebut bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Masuknya Teluk Bintuni sebagai salah satu kabupaten terbaik dalam implementasi Program Pengembangan 3 Juta Rumah menempatkan daerah itu sejajar dengan Kabupaten Mimika dan Kabupaten Jayapura dalam kategori tersebut.
Bagi Yohanis, capaian tersebut bukan sekadar soal penghargaan. Yang lebih penting adalah manfaat yang bisa langsung dirasakan masyarakat.
Sebanyak 200 unit bedah rumah kini menjadi hasil konkret yang dibawa pulang Teluk Bintuni dari panggung nasional.
“Ini adalah berkat Tuhan dan hasil kerja bersama seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat Teluk Bintuni. 200 unit bedah rumah ini akan sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan rumah yang sehat, aman, dan bermartabat,” ujar Yohanis.
Pernyataan tersebut memperlihatkan fokus Yohanis pada hasil pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Rumah layak huni menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong peningkatan kualitas hidup warga.
Ia juga menilai apresiasi pemerintah pusat merupakan bentuk pengakuan terhadap kinerja pemerintah daerah dalam menjalankan pemerintahan dan pelayanan publik.
“Ajang ini dalam rangka memberikan apresiasi atau penghargaan kepada pemerintah daerah yang telah berhasil menyelenggarakan pemerintahan dan pelayanan publik yang berkualitas baik dan bergerak serasi menuju Teluk Bintuni yang berkembang dan berdaya saing serta masyarakat sejahtera,” katanya.
Bagi Yohanis Manibuy, penghargaan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar pemerintah daerah tidak berhenti pada capaian administratif.
Penghargaan sudah diterima. Alokasi 200 unit sudah didapat. Kini pekerjaan Yohanis Manibuy dan jajarannya adalah memastikan bantuan tersebut benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
Capaian ini menambah catatan perjalanan pemerintahan Teluk Bintuni dalam memperkuat pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan dasar masyarakat.
Dari panggung nasional di Jakarta, Yohanis Manibuy membawa pulang bukan hanya penghargaan untuk Teluk Bintuni, tetapi juga tambahan 200 unit rumah yang ditujukan bagi masyarakat membutuhkan.(BEN)
