TELUK BINTUNI-INSPIRATOR PAPUA— Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni memanfaatkan kunjungan kerja Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) sekaligus pembina wilayah Papua dan Maluku Bambang Hermanto dan jajaran,PT Pertamina Patra Niaga wilayah Papua Barat,Perusahaan Listrik Negara (PLN) Juga kepala Dinas Pertambangan Provinsi Papua Barat dan juga bersama Komisi XII DPR RI drg.Alfons Manibuy DESS,dan Caroline Chrisye Makelaw.
untuk mendorong penambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dan khususnya Jenis BBM Tertentu (JBT) Bio Solar dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite
Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Sasana Karya Perkantoran Bupati SP3 distrik Manimeri (27/4/2026),Bupati Teluk Bintuni menegaskan bahwa kebutuhan BBM di wilayahnya terus meningkat seiring pertumbuhan aktivitas ekonomi, transportasi, serta pembangunan infrastruktur. Namun, kuota yang tersedia saat ini dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal.
“Kami berharap ada perhatian khusus dari BPH Migas dan Komisi XII DPR RI agar kuota Pertalite,Bio Solar dll untuk Teluk Bintuni dapat ditambah. Kondisi di lapangan menunjukkan sering terjadi kekosongan stok yang berdampak pada aktivitas masyarakat,” ujar Bupati.
Pihak BPH Migas menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap distribusi dan kebutuhan riil BBM di daerah, termasuk mempertimbangkan faktor geografis dan tingkat konsumsi. Sementara itu, anggota Komisi XII DPR RI menyatakan komitmennya untuk mengawal aspirasi tersebut agar dapat ditindaklanjuti di tingkat nasional.
Kunjungan kerja ini juga menjadi momentum untuk melihat langsung kondisi penyaluran BBM di wilayah Papua Barat, termasuk tantangan distribusi di daerah terpencil dan wilayah pesisir.
Dengan adanya dorongan dari pemerintah daerah, diharapkan ke depan distribusi BBM di Teluk Bintuni menjadi lebih lancar dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.(Ben)
