BINTUNI-INSPIRATOR PAPUA- Kasat Polairud Polres Teluk Bintuni, Iptu Safril, mengimbau masyarakat pesisir agar menunda perjalanan laut jika tidak mendesak menyusul kabut asap yang menyelimuti perairan Teluk Bintuni, Papua Barat, selama lebih dari sebulan.
Kabut asap yang membatasi jarak pandang hingga sekitar 500 meter menyebabkan sedikitnya lima hingga tujuh longboat dilaporkan mengalami kesulitan menentukan arah perjalanan.
Kapolres Teluk Bintuni AKBP Marully Rachmat Azwar melalui Iptu Safril mengingatkan bahwa kondisi tersebut berisiko terhadap keselamatan warga yang mengandalkan transportasi laut untuk bepergian antarkampung.
Sebelumnya, rombongan pelajar dari Distrik Aranday sempat terombang-ambing akibat terbatasnya jarak pandang hingga harus dievakuasi Satpolairud bersama Basarnas Bintuni. Pada 7 Oktober 2026, warga yang menuju Wamesa juga dilaporkan terlambat tiba sehingga membuat keluarga mereka khawatir.
Safril meminta warga yang terpaksa berlayar memastikan kondisi longboat dan mesin penggerak, menyediakan pelampung, serta menggunakan GPS untuk membantu menentukan posisi dan arah perjalanan. Warga juga diminta memberi tahu keluarga mengenai tujuan dan perkiraan waktu tiba.
Ia menegaskan, Satpolairud siap membantu masyarakat yang mengalami kesulitan di perairan, baik siang maupun malam.
Meski hingga kini belum ada laporan longboat terbalik akibat kabut asap, Safril mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan risiko keselamatan.
Menunda perjalanan yang tidak mendesak dan mengutamakan keselamatan menjadi langkah penting untuk mencegah kecelakaan di perairan Teluk Bintuni.(BEN)
