BINTUNI-INSPIRATOR PAPUA- Pembukaan Masa Ta’aruf Mahasiswa (Mastama) Universitas Muhammadiyah Teluk Bintuni (UNIMUTU) Tahun Akademik 2026/2027 menjadi momentum memperluas jejaring pendidikan tinggi daerah hingga ke tingkat pemerintah pusat.
Digelar di Gedung Serbaguna Bintuni, Rabu (16/9/2026), kegiatan tersebut dihadiri Staf Khusus Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI Ahmad Fanani serta Tenaga Ahli Kementerian Haji dan Umrah RI Abdul Syahputra Batubara. Hadir pula unsur Pemkab Teluk Bintuni, Muhammadiyah, DPRK, TNI-Polri, dan civitas akademika UNIMUTU.
Mastama bertema “Bertemu, Menyapa dan Belajar Bersama” dibuka Asisten III Setda Teluk Bintuni Jacomina Jane Mahdalena Fimbay, mewakili Bupati Yohanis Manibuy.
Rektor UNIMUTU Tri Wahyuni menyebut Mastama sebagai tahap awal mahasiswa mengenal budaya akademik, lingkungan kampus, serta nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Hingga pembukaan, 437 mahasiswa baru telah terdata, sementara angkatan pertama UNIMUTU mencapai 528 mahasiswa dari Teluk Bintuni, Papua Barat, dan luar Papua.
Pertumbuhan tersebut membawa tantangan baru. Kampus mengakui kebutuhan fasilitas masih besar karena gedung yang tersedia belum sepenuhnya mampu menampung aktivitas mahasiswa. UNIMUTU pun mendorong dukungan untuk pembangunan gedung kampus yang lebih representatif.
Pemerintah daerah sebelumnya mencatat lebih dari 3.000 mahasiswa mendapat dukungan pendidikan pada 2025, termasuk sekitar 500 mahasiswa UNIMUTU.
Di tengah pertumbuhan itu, UNIMUTU tak hanya membangun ruang akademik, tetapi juga mempertahankan identitas lokal. Penggunaan Bahasa Wamesa dalam kegiatan menjadi penanda bahwa pendidikan tinggi di Bintuni diarahkan untuk maju tanpa tercerabut dari akar budaya Papua Barat.
Kini tantangannya jelas: bukan sekadar memperbesar jumlah mahasiswa, tetapi memastikan pertumbuhan UNIMUTU diikuti fasilitas, kualitas, dan jejaring yang mampu melahirkan sumber daya manusia untuk masa depan Bintuni.(BEN)
