banner 728x250
Berita  

Bupati Raja Ampat Dukung Penuh Program Bahasa Inggris, 38 Mentor Lokal Siap Cetak Generasi Mendunia

banner 120x600
banner 468x60

RAJA AMPAT, InspiratorPapua– Upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan kemampuan bahasa asing generasi muda di Kabupaten Raja Ampat mulai menunjukkan hasil nyata. Sebanyak 38 mentor lokal berhasil dilahirkan melalui kegiatan English Training Program yang digelar sejak 13 hingga 17 Mei 2026 di Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya.

 

banner 325x300

Program tersebut mendapat perhatian langsung dari Bupati Raja Ampat, Orideko Burdam, yang bersama Wakil Bupati Mansyur Shadan, Kepala Badan Kepegawaian, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Raja Ampat hadir meninjau hasil pelatihan para peserta, Sabtu (17/5/2026). Karena rupanya di tengah daerah wisata kelas dunia, pemerintah akhirnya sadar kemampuan bahasa Inggris bukan sekadar pelengkap CV, tapi alat bertahan hidup di era turis internasional dan investor mondar-mandir.

 

Pelatihan ini dilaksanakan di 17 sekolah dengan total 19 kelas dan melibatkan siswa dari SMA Negeri 1 Raja Ampat serta SMK Bukit Zaitun. Selain itu, tiga guru Bahasa Inggris juga turut terlibat dalam proses pendampingan. Para mentor lokal yang telah dilatih bahkan mulai mengajar sejak sehari sebelumnya sebelum mempresentasikan hasil pembelajaran di hadapan pemerintah daerah.

 

Bupati Raja Ampat, Orideko Burdam, menyampaikan apresiasinya terhadap capaian program tersebut. Ia menilai kemampuan bahasa asing menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda Raja Ampat yang hidup di daerah destinasi wisata internasional.

 

“Saya melihat ini langkah nyata untuk mempersiapkan anak-anak Raja Ampat menghadapi dunia. Kemampuan bahasa adalah kunci. Pemerintah daerah akan mendukung penuh agar program ini berjalan di seluruh wilayah Raja Ampat,” ujar Orideko Burdam.

 

Tak berhenti di sekolah, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat juga berencana memperluas program hingga ke kantor pelayanan publik, termasuk para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan masyarakat di kampung-kampung wisata. Sebuah ide yang masuk akal. Sulit bicara “pariwisata internasional” kalau tamu asing datang lalu komunikasi masih mengandalkan senyum gugup dan bahasa isyarat level panik.

 

Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah akan mempersiapkan pembangunan Language Center atau pusat bahasa. Fasilitas tersebut nantinya tidak hanya fokus pada Bahasa Inggris, tetapi juga bahasa asing lainnya dengan metode pembelajaran modern yang dikembangkan dalam program tersebut.

 

Founder Yayasan Pulau Doom Sorong sekaligus penggagas program, Engelin Yolanda Kardinal, mengaku bersyukur program itu mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah dan mampu memberikan dampak nyata bagi pendidikan di Papua Barat Daya, khususnya Raja Ampat.

 

“Saya sangat puas dan bersyukur dapat ikut mewujudkan mimpi kecil yang membawa dampak besar bagi pendidikan dan masa depan anak-anak Papua Barat Daya, khususnya Raja Ampat,” ujarnya.

 

Engelin juga menyampaikan apresiasi kepada Founder Indonesia Brain Camp, Filda Malari S.E., M.Han., C.T.M.P., yang disebut mengembangkan metode pembelajaran revolusioner dengan mengoptimalkan fungsi otak kanan dan kiri sehingga peserta mampu berbicara Bahasa Inggris hanya dalam waktu satu minggu.

 

“Pak Filda dan saya memiliki mimpi yang sama, membangun sesuatu yang sederhana namun berdampak besar bagi banyak orang,” katanya.

 

Program ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya generasi muda Papua yang lebih percaya diri, memiliki kemampuan komunikasi global, dan siap bersaing di tengah perkembangan sektor pariwisata internasional di Raja Ampat. Karena jujur saja, punya surga wisata tanpa SDM yang siap berinteraksi dengan dunia itu seperti punya kapal mewah tapi lupa isi bahan bakar. Cantik dilihat, susah jalan. red

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *